Detail Articles

Awas, Merica Palsu Beredar di Madiun

Awas, Merica Palsu Beredar di Madiun

KOTA MADIUN - Konsumen di Madiun wajib untuk berhati-hati. Pasalnya, saat ini fenomena pemalsuan semakin memprihatinkan. Bukan hanya barang mewah yang diduplikasi sembarangan, barang murah konsumsi masyarakat pun juga di-"copy paste" secara ngawur.

Buktinya, Senin (24/10) hari ini, Polres Madiun Kota mengumumkan penangkapan suplier merica palsu yang memasok bumbu dapur itu ke penampungan sementara pedagang Pasar Besar, di areal Stadion Wilis.

Menurut Kasubag Humas Polres Madiun Kota AKP Supandi, Slamet Sukirman warga Desa Watu Kenongo, Kecamatan Pungging, Kabupaten Mojokerto, si pemasok rempah-rempah palsu, diringkus Jumat (21/11) sore lalu di depan salah satu penjual barang rempah-rempah di penampungan.

"Dia ditangkap oleh pentugas buser reskrim Polsek Kartoharjo yang sebelumnya sudah mendapatkan aduan dari pedangan tentang adannya peredaran merica palsu di pasaran sejak beberapa hari terakhir," ujarnya, Senin (24/10/2011).

Dari penangkapan itu, polisi berhasil mengamankan barang bukti 6 kg merica palsu. Setelah dilakukan pengembangan, petugas juga berhasil mengamankan lagi setengah karung bahan baku pembuat merica aspal.

"Tersangka mengaku mendapatkan barang tersebut dari daerah asalnya di Mojokerto. Setelah anggota kami mengecek, ternyata memang ada home industri merica palsu," ucap AKP Supandi.

Sekilas merica palsu ini memang sangat mirip aslinya. Tapi jika diperiksa lebih teliti akan terlihat perbedaannya. Merica asli berbentuk bulat tidak beraturan dan berbau yang menyengat. Saat dipecah, butirannya memiliki warna putih keruh dan kecoklat-coklatan.

Sedangkan merica palsu bulat halus, dan baunya tidak begitu menyengat. Bahkan cenderung tidak berbau. Kemudian saat dihaluskan lebih mudah dan hasilnya putih bersih serta tidak berasa pedas.

Polisi menjerat tersangka dengan pasal 62 ayat 1 UU No 8/1999 tentang Perlindungan Konsumen, dengan ancaman lima tahun penjara atau denda dua miliar rupiah.

Dicampur Terigu

Sementara itu, menurut Kanit Reskrim Polsek Kartoharjo AKP Muji Widodo, tersangka berprofesi sebagai pemasok barang-barang pracangan ke pasar-pasar menggunakan mobil pikap. Bahan untuk membuat merica palsu adalah tepung terigu dan tepung merica dengan perbandingan 7:3.

AKP Muji Widodo menambahkan, "Kandungan lain yang ª∂a̲̅ dalam merica palsu ini belum diketahui, menunggu pemeriksaan dari laboratorium." Merica abal-abal itu dijual seharga Rp 25.000 per kg, dengan kuntungan Rp 10.000 per kilonya.(adi/top)

kirim ke teman | versi cetak | Versi PDF

Berita "Hukum/Kriminal " Lainnya