Detail Articles

Lagi, Lapas Madiun Gagalkan Penyelundupan Narkoba

Lagi, Lapas Madiun Gagalkan Penyelundupan Narkoba

@dakita Madiun – Penyelundupan narkoba ke Lembaga Pemasyarakatan (LP) Kelas I Madiun kembali digagalkan petugas LP. Kali ini, penyelundupan puluhan butir pil penenang (sedatif) yang dibawa pembesuk digagalkan petugas.

“Ada sebanyak 84 butir pil penenang golongan IV disimpan dalam alas sandal jepit yang dipakai pembesuk,” jelas Kepala Bidang Kegiatan Kerja LP Kelas I Madiun juga Pelaksana Tugas (Plt) Kepala LP Narkotika Madiun Marselina Budiningsih, Rabu (16/5)

Ia mengatakan petugas Pintu Utama (P2U) LP mencurigai salah satu pembesuk pria dan melakukan penggeledahan termasuk pada sandal jepit yang dipakainya. “Modus seperti ini sudah beberapa kali dan petugas sudah terlatih melakukan pemeriksaan,” ujarnya.

Petugas LP langsung melapor temuan ini dan menyerahkan barang bukti beserta pelaku ke Reskoba Polres Madiun Kota. Pihak LP masih enggan menyebutkan identitas pembesuk dan narapidana (napi) pemesan pil tersebut.

Modus yang sama juga terjadi 8 Mei 2012 lalu dimana empat paket kecil ganja kering dan satu paket kecil putaw diselipkan dalam alas sandal oleh salah satu pembesuk. Pelaku dan napi pemesan barang terlarang tersebut akhirnya diamankan dan diserahkan ke kepolisian.

Selain diselundupkan melalui pembesuk, modus penyelundupan lainnya dengan cara dilempar dari luar pagar tembok LP. Kokok mengakui fasilitas pengamanan di LP Madiun memang belum ideal. Ketinggian pagar 7 meter lebih masih dipakai pelaku dengan cara melemparkan dari luar, kebetulan Lapas dilingkari jalan umum kecil.

“Kami belum memiliki CCTV (closed circuit television) maupun peralatan digital pendeteksi narkoba,” katanya. Ia berharap pemerintah melalui Direktorat Jenderal Pemasyarakatan dibawah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (HAM) memberikan bantuan fasilitas pengawasan.

Di LP Madiun rentan terjadi penyelundupan narkoba. Saat ini ada sekitar 1.200 tahanan dan napi dan sebanyak 70% diantaranya merupakan tahanan dan napi kasus narkoba. Meski sudah dibina di LP, tahanan dan napi pecandu narkoba masih belum bisa menghentikan kecanduannya. Sehingga berbagai cara dilakukan untuk tetap bisa mengkonsumsi narkoba di dalam LP.

Data Januari hingga Mei 2012, setidaknya sudah lima kali temuan narkoba. Pada 19 Maret 2012 ditemukan dua bungkus kardus kecil total berisi 6 ribu butir pil koplo di kawasan sel FU. Lalu 16 April 2012 ditemukan 2 bungkus plastik total berisi 4 ribu pil koplo di atas atap dan di tanah kawasan Blok G.

Kemudian 29 Maret 2012 ditemukan sabu seberat 50,97 gram dalam bungkusan plastik yang disimpan dibalik bra pembesuk wanita. Lalu 8 Mei 2012 ditemukan empat paket kecil ganja dan satu paket kecil putaw yang diselipkan didalam alas sandal pembezuk pria. Terakhir kali, 15 Mei 2012, ditemukan 84 butir pil penenang yang dimasukkan dalam alas sandal jepit pembezuk pria.(wiet)



FOTO : Dalam pemeriksaan pembesuk seperti inilah, petugas Lapas Madiun menemukan puluhan butir pil penenang pesanan narapidana coba diselundupkan

kirim ke teman | versi cetak | Versi PDF

Berita "Hukum/Kriminal " Lainnya