Detail Articles

E-Learning, Kuliah Mudah dan Murah serta Berkualitas

E-Learning, Kuliah Mudah dan Murah serta Berkualitas

@dakita. Surabaya - Pengembangan pemanfaatan teknologi internet sekarang bukan hanya sebagai media sosial dan bisnis saja, dunia pendidikan pun tidak luput untuk memanfaatkan teknologi internet.  Sebagaimana yang dikatakan oleh Takim Andriono, Ph.D. Koordinator Gugus Tugas P4TK Trampil MPK dan Direktur School Leadership Development Program.

“Teknologi internet membuat akses terhadap pendidikan menjadi lebih gampang dan lebih luas, terutama bagi Indonesia sebagai negara dengan jumlah pulau yang paling banyak, sehingga daerah yang tergolong terpencil akan bisa menikmati kualitas pendidikan yang sama dengan kota besar“ujarnya.

Berdasarkan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, nomor 24 tahun 2012 telah mengatur tentang Pendidikan Jarak Jauh (PJJ). Peraturan tersebut menjadi dasar hukum penggunaan teknologi internet bagi pendidikan jarak jauh. Apa yang dilakukan Takim Andriono dengan program TRAMPIL adalah contoh konkrit tentang pembelajaran jarak jauh dengan menggunakan teknologi internet yang dikenal dengan sebutan e-learning.

Peserta didik tidak perlu jauh-jauh menuju tempat belajar mengajar sebagaimana yang berlangsung saat ini. Sebagai contoh pembelajaran di Universitas . Peserta didik yang berada jauh dari tempat tinggalnya harus datang ke pusat pembelajaran (Learning center) yang ada di kota atau daerah.
 
Namun dengen keberadaan E-learning mereka bisa terkoneksi dengan internet dan melakukan kelas on-line disana dan tidak perlu datang ke pusat pembelajaran. Mudah dan murah tanpa mengurangi kualitas dari peserta didik.

Beberapa universitas telah bekerjasama dalam pelaksanaan PJJ ini, sebut saja, Universitas Satya Wacana dan Universitas Sanata Dharma Salatiga. “Tidak ada perbedaan kualitas dan bobot ijasah dari lulusan peserta didik lewat e-learning. Bahkan ada beberapa keuntungan yang didapat, misalnya saja jumlah absensi akan akurat, kalau di kampus konvensional potensi titip absen akan sangat besar.

“Sedangkan kampus online, tiap peserta didik harus memasukkan login dan tentunya sebagai laporan absensi. Ini lebih akurat dan dapat dipertanggungjawabkan” tegas Bapak Takim Andriono.

Sampai saat ini sudah ada beberapa pusat pembelajaran yang tersebar di berbagai provinsi di Indonesia seperti contoh di Pematang Siantar, Bangka Belitung, Kalimantan Timur, Sulawesi Utara, Maluku Utara, Jawa, Bali, Kupang-NTT . Beberapa daerah lainnya segera akan menyusul dan ditargetkan akan ada 20 pusat pembelajaran di seluruh Indonesia.

E-learning bisa menjadi jembatan kesenjangan kemudahan, keringanan biaya dan kualitas pendidikan di daerah-daerah Indonesia, sehingga mengurangi jumlah urbanisasi masyarakat desa ke kota yang tentunya berdampak bagi pemerataan pembangunan. (Os)

Keterangan Gambar :Suasana kelas E-learning di Surabaya

kirim ke teman | versi cetak | Versi PDF

Berita "Ada-ada Saja" Lainnya